STOP Takut Vaksinasi Covid-19! Sebanyak 100 Lansia Desa Hargorejo Tirtomoyo Sudah Melakukan Vaksinasi

Vaksinasi covid-19 Lansia Desa Hargorejo

TIRTOMOYO WONOGIRI. Vaksinasi COVID-19 di Indonesia yang ditujukan untuk menciptakan herd immunity sudah dimulai sejak 13 Januari 2021. Vaksinasi COVID-19 dilakukan secara bertahap dengan target sasaran 181,5 juta orang. Kini vaksin pun sudah sampai tahap kedua, yang berarti petugas pelayanan umum dan lansia di atas 60 tahun menjadi sasarannya.

Bertempat di Balai Desa Hargorejo (05/06/2021), petugas kesehatan dari Puskesmas II Kecamatan Tirtomoyo melakukan vaksinasi kepada kelompok lansia. Lansia juga menjadi kalangan yang diprioritaskan karena jika lansia terjangkit virus corona, mereka sangat rentan mengalami gejala yang berat bahkan berujung kematian. Apalagi kapasitas rumah sakit yang ada sekarang juga semakin sedikit, sehingga lansia benar-benar harus diprioritaskan.

Vaksinasi dilakukan di Balai Desa Hargorejo Tirtomoyo

“Prosedur spesifik berbeda untuk melakukan vaksinasi kepada lansia, interval penyuntikan khusus untuk lansia adalah 28 hari”, Kata Etik Murtini, salah satu petugas medis yang melakukan vaksinasi.

Tak hanya berkaitan dengan interval penyuntikan, ada tahapan lain yang diberlakukan kepada lansia. “Untuk tekanan darah dan suhu, sama dengan kategori lain, yaitu suhunya mesti 37,5 derajat celsius ke bawah dan tekanan darahnya tidak boleh lebih dari 180/110 mmHg. Yang berbeda adalah yang berkaitan dengan kondisi fisik, ada tambahan pertanyaan pada tahapan wawancara terkait hal itu sebelum dilakukan penyuntikan kepada lansia. Ini wujud aspek kehati-hatian,” ujar Etik Murtini.

Petugas medis melakukan vaksinasi covid-19 di Balai Desa Hargorejo

Kepala Desa Hargorejo Purwoko,S.Sos menambahkan bahwa pemberian vaksin pada kelompok lansia diharapkan bisa ikut melindungi orang lain yang belum mendapat vaksin, yakni mencegah terjadinya infeksi dan penularan atau mencegah gejala berat yang berakibat fatal jika mereka tetap terinfeksi virus.

“Selain itu, orang yang sudah divaksin dan beraktivitas di luar rumah diharapkan tidak membawa virus penyebab penyakit ke dalam rumah. Pasalnya, kini kluster keluarga dilaporkan lebih banyak terjadi daripada kluster perkantoran atau yang lainnya,” kata Purwoko menambahkan.

Vaksinasi dilakukan secara bertahap dari petugas medis sampai lansia

Namun, hasil uji klinis vaksin terhadap lansia disebut menunjukkan dampak yang sedikit berbeda dengan kelompok usia lebih muda. Diduga faktor siklus imunitas berperan dalam hal ini dan memengaruhi efektivitas dari vaksin. Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia umumnya akan mengalami transformasi atau perubahan, termasuk pada kekebalan tubuh.


Baca juga :

Penyelenggaraan Hajatan Diperbolehkan Tetapi Dengan Aturan Yang Ketat
Penyemprotan Desinfektan di Desa Hargorejo untuk mencegah penyebaran covid-19

Akibat kekebalan cenderung mengalami penurunan, maka ini akan berpengaruh pada respons tubuh saat menerima pengobatan, dalam hal ini vaksin corona. Dengan kata lain, ada kemungkinan vaksin akan lebih bekerja lebih baik pada orang-orang yang berusia lebih muda. Meski begitu, vaksin untuk lansia tetaplah diperlukan, karena pada dasarnya merekalah yang sangat mungkin mengalami gejala yang lebih berat jika terinfeksi virus corona.

Penulis : Wawan Lisdianto.