Desa Hargorejo Tirtomoyo Siap Untuk Selamat Menghadapi Bencana

Relawan Desa Hargorejo Siap Untuk Selamat Menghadapi Bencana

TIRTOMOYO WONOGIRI – Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April dicetuskan dengan tujuan mengajak semua pihak meluangkan waktu satu hari untuk melakukan kesiapsiagaan bencana secara serentak. Hari Kesiapsiagaan Bencana terkait dengan 10 tahun Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang jatuh pada 26 April 2017.


Pembentukan dan pelatihan relawan desa untuk masyarakat yang tangguh menghadapi bencana
Langkah Sigap Pemerintah Desa Dalam Mengatasi Penyebaran Covid-19

Hari Kesiapsiagaan Bencana sangat penting karena telah melahirkan berbagai legislasi, kebijakan dan program pemerintah yang mendukung kegiatan mitigasi dan terhadap kesiapsiagaan bencana. Sekaligus sebagai titik awal perubahan paradigma dan mengubah cara pandang menyikapi bencana, yang semula respons menuju paradigma pengurangan risiko bencana.

Pelatihan Relawan Desa Hargorejo tangguh bencana (Doc Foto sebelum pandemi covid-19)

BNPB Kab.Wonogiri berharap, adanya peringatan tersebut bisa membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan. Sehingga dapat meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarkat menuju Indonesia Tangguh Bencana. Tangguh Bencana harus dimulai dari diri sendiri atau mandiri.

Masyarakat yang selamat dari bencana sebagian besar karena bisa menyelamatkan diri sendiri. Masyarakat harus memahami bencana yang akan dihadapi terlebih dahulu. Dengan mempunyai pemahaman yang memadai mengenai bencana yang dihadapi, masyarakat bisa lebih tanggap dalam menyelamatkan diri saat situasi bencana terjadi.

Relawan Desa Siap Untuk Selamat dalam Penyemprotan Desinfektan di tempat umum

“Lakukan evakuasi mandiri ke tempat aman terdekat. Mari kenali ancaman bencana di sekitar kita,” kata Purwoko,S.Sos, Kepala Desa Hargorejo.

Purwoko juga berharap setiap individu dapat memahami risiko bencana sehingga ini dapat menumbuhkan budaya sadar bencana. “Tingkatkan budaya sadar bencana agar kita dapat mengurangi korban jiwa dan kerugian harta benda,” lanjutnya.

Relawan Desa bersama Jogo Tonggo mempersiapkan alat penyemprotan

Senada dengan Purwoko, Sekretaris Desa Hargorejo Rohjati Sasongko Hadi,S.E mengatakan, “Di tengah pandemi COVID-19 ini menjadi momentum dalam melatih setiap individu dengan penerapan protokol kesehatan di saat menghadapi ancaman bencana.”

“Dengan slogan “Siap Untuk Selamat” merupakan kesempatan kepada setiap individu, keluarga, komunitas, masyarakat dan institusi untuk berlatih bersama menghadapi ancaman bahaya,” Kata Rohjati.

Penulis Wawan Lisdianto.